Kamis, 17 Mei 2018

Santap Siang Bersama Tulus

Abangnya akuuuuuu.



Setelah beberapa waktu yang lalu liburan ke Bali dan tulisannya belum kelar di sini, Bulan masih melakukan perjalanan lagi, dan kali ini ke Jakarta. Puji Tuhan sekali memang gue sedang melakukan banyak perjalanan buat membahagiakan diri sendiri sebelum bisa membahagiakan orang lain.

Dan di segala kondisi gue, entah kenapa Abang Tulus bisa menjadi sosok yang hadir di waktu yang tepat. Dari yang gue lagi seneng sampe terpuruk, gue selalu ngerasa Abang selalu ada di deket gue, entah melalui karya-karyanya, senyumannya, energinya di panggung dan bahkan melalui perjumpaan langsung. Abang selalu ada. :)

Jadi ngapain gue ke Jakarta?

Jumat, 04 Mei 2018

Bali Trip Part 1: Hari Pertama yang Random dan Hampir Ketemu Mantan Gebetan

Fly to Bali


Huwow, akhirnya bisa meluangkan waktu buat menulis perjalanan gue ke Bali beberapa waktu yang lalu. 

Yes, setelah satu tahun bekerja di tempat yang lebih baik daripada sebelumnya, akhirnya gue bisa liburan yang jauhan dikit sama sahabat-sahabat pake uang gue sendiri. Litteraly liburan, bukan embel-embel kerjaan, menang lomba, atau yang lainnya. Aw, gue bangga sama diri gue sendiri.

Dan akhirnya juga, setelah melewati bulan-bulan yang cukup melelahkan, berat, dan penuh dengan air mata, ada juga waktu buat gue menenangkan diri bersama sahabat-sahabat lama yang paling mengerti gue.

Yap, saat ini gue sedang patah hati, oleh banyak hal, banyak kehilangan, banyak pertengkaran, kekecewaan, dan keraguan.

Dan ini patah hati terhebat yang pernah gue rasain lagi setelah beberapa tahun udah bisa sembuh dari luka lama. Gue patah hati lagi karena cowok. Hahahagoblokhahaha.

Kamis, 26 April 2018

When Everyone has Gone

Some space at office

Hari ini, semuanya berjalan seperti biasa, ngantor, menyelesaikan target kerjaan, rapat strategi, ketawa-ketiwi sama rekan-rekan di kantor. 

Semuanya tampak biasa aja, sampe pada akhirnya ketika kerjaan udah kelar dan bergegas keluar kantor untuk pulang mengendarai motor menembus dinginnya malam hari di Solo yang sudah tampak sepi, tiba-tiba gue menangis.

Belum ada setengah perjalanan menuju kosan, nggak tahu kenapa air mata ini mengalir saat gue masih berada di atas motor, meski memang sempat mengendarai motor sambil bengong dan pikiran melayang ke mana-mana.

Malam ini, dinding pertahanan gue runtuh lagi, gue kalah lagi sama rasa sedih gue karena........


Sabtu, 07 April 2018

Bandung dan Berdamai dengan Diri Sendiri


Somewhere in Lembang



3 bulan pertama di tahun 2018 penuh dengan hari-hari berat yang mesti gue lewatin dengan kekuatan ekstra dan napas yang lebih panjang daripada biasanya.

3 bulan pertama gue di tahun 2018 benar-benar bikin gue ngos-ngosan dan entahlah, mungkin saat ini gue emang sedang ditempa habis-habisan oleh sang pemilik semesta.

Gue mengalami banyak momen-momen nggak terduga, gue banyak kehilangan orang-orang yang gue sayang, gue juga mulai bosan dengan pekerjaan yang gue rasa gitu-gitu aja, banyak yang resign juga memengaruhi psikis gue untuk ingin ikutan resign pula. Semuanya campur aduk jadi satu. Udah nggak bisa berkata-kata lagi gimana rasanya ngalamin itu semua.

Terlebih lagi ketika gue harus kehilangan sosok yang udah berhasil membuka hati gue lagi setelah sekian lama tapi kemudian pergi, dengan segala omong kosongnya yang bodohnya sempet gue percaya. Hancur? Absolutely yes. 

Dan gue menyadari 3 bulan pertama di tahun 2018 ini adalah masa-masa diri ini berada di titik paling terendah. I lost hope, I lost my self esteem, I feel I lost everything, feel unworthy and unloved. 


Minggu, 25 Maret 2018

Sudut Kenangan: Mc'Donalds dan Colokannya

Capture YouTube/McDonald's ID


Nggak tahu kenapa, malem ini gue kepikiran Azkar, salah satu sahabat terbaik gue yang kini terpisah jarak. 

Gue udah sering menceritakan Azkar di blog ini, dia sahabat cowok terdekat yang masih terus setia ngedampingi gue sejak zaman awal kuliah sampe sekarang kita udah kerja. Intinya, dia adalah sosok sahabat terbaik yang gue punya sekarang ini. He knows me better than anyone else did. He knows everything about me. From the good until the bad things. And the important thing, he accepted the whole who I am.

Dan semenjak lulus kuliah, intensitas kita buat main, ketemuan, ngobrol, bahkan sekadar chatting-an udah jauh berkurang dibandingkan waktu zaman kuliah. Tapi gue memaklumi hal itu, karena kita juga punya kesibukan, mimpi, dan masa depan masing-masing.

Selama kita masih keep in touch dan saling perhatian serta peduli, gue rasa itu sudah cukup dan Puji Tuhan kita udah bisa mempertahankan hal itu sampe sejauh ini.


Kamis, 15 Maret 2018

Beda Menulis di Media Massa dengan di Blog, Apa Hayo?


Kolase/BookBaby Blog/Losta Institute



Daaan, yaaap, terima kasih Warung Bloger yang sudah ngasih hukuman buat gue yang terlambat di sesi saling komentar blog kali ini. 

Seenggaknya ada tulisan baru lagi di blog gue dan dikasih tema yang lumayan berfaedah. 

Gue menulis tulisan ini setelah seharian penat di kantor dengan segala kepuyengan gue soal kerjaan, jadi maaf aja kalo ini tulisan nanti agak nggak rapi dan mungkin rada ngelantur. Huahaha.

Tapi gue seberusaha mungkin tetap sadar saat menulis ini *yaiyalah* dan tentunya serelevan mungkin dengan tema dan penjelasan gue nantinya.

Jadi, gue dikasih tema sama Om Andhika Kangen Band soal bedanya menulis buat di media massa dan di blog.

Beberapa orang dan para pembaca khilaf gue mungkin udah tahu kalo sekarang gue bekerja di sebuah media massa online sebagai reporter atau lebih gahulnya zaman sekarang disebutnya content writer. 

Jadi, tentu ada perbedaan yang signifikan saat gue menulis di pekerjaan dan juga di blog gue pribadi.

Apa sih bedanya? 

Senin, 12 Maret 2018

Solo: antara Perjuangan, Mimpi, dan Dilema

Somewhere in Solo


Postingan ini udah mangkrak di draft selama satu tahun, hanya judul dan isi masih kosong. Buahaha.

Sesibuk itukah gue? atau guenya aja yang males yak? Kalo nulis yang galau aja gercepnya naudzubillah.

Dasar anak muda. *gue emang masih muda, ga usah protes lo pada*

Baiklah setelah lagi sering galau dan menyadari bahwa itu tidak sehat bagi kesehatan jiwa gue, mari melanjutkan sesuatu yang sudah gue mulai dulu.

Memfokuskan lagi ini blog buat hal baik-baik aja, sementara untuk nyampah hal-hal negatif, gue menulis di sini forcebewithme.tumblr.com.

Ehem....